Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

Thursday, September 30, 2010

Makmummu ...

Yang kutau adalah ...

Aku Makmummu.

Sekalipun aku mampu berteriak,

Tapi Kupastikan, akan kupelankan suaraku dengan merdu

dan tak mungkin lebih nyaring darimu.

Mendengarkanmu dan menunggu restumu.


Akupun Tak mungkin melampauimu,

Sekalipun aku mampu berlari dan melompat lebih tinggi darimu,

Tapi kupastikan, Aku akan ada disampingmu, atau di belakangmu.

Mengiringi dan mengikuti langkahmu.

Yang kuyakin …menggapai-Nya yg kau tuju.


Kupastikan bahwa…..

Kau akan meluruskan sajadahku,

Dan mengajaku ruku, sujud dan tawadhu

Menempatkanku pada tempat terbaik bersamamu

Aamiin………..


Cimahi, 29 September 2010

Always be mine… Happy Milad My Hubby..


by Ate Haji Milla Gnv on Wednesday, September 29, 2010 at 12:16pm






Tuesday, August 31, 2010

Cerita Tentang Dermaga ........













Bahwa Dermaga itu tidak hanya untuk berlabuhnya kapal,
tidak sekedar naik turun penumpang,
tidak sekedar untuk mengisi bahan bakar,
tidak pula sekedar menyediakan tiket....
Lalu saat kapal berangkat, Dermaga menjadi sepi, hening ....
Dan menunggu berlabuhnya kembali kapal itu,
engan harapan, setiap berlabuh, tidak hanya membawa penumpang dan barang saja.
Harusnya Dermaga pun tempat tumpah ruahnya cerita selama perjalanan mengarungi lautan.
Agar dermaga, seolah merasa ikut serta mengarunginya walau hanya diam di tempatnya.

Andaikan cukup cerita antara kapal dan dermaga saja, tak apa.
Tapi... seringkali kapalpun lupa cerita dirinya selama di lautan luas,
apalagi cerita tentang penumpang dan ombak.
Entah enggan atau sibuk sendiri dangan apa yg dibutuhkan untuk perjalanan berikutnya.

Akhirnya ceritapun cukup kapal saja yg tahu.
Dermaga pun menunggu lagi...dan lagi... bersama sepi dan sendiri.
Dermaga berharap, barangkali sunset mau berbagi cerita ttg sinar indahnya walau cuma sesaat,
sampai malam menjemputnya. dan berlalu.....
Harapanpun pada kehadiran bulan yg sama indahnya,
tapi itu untuk menemani dan melengkapi keheningan.

Ah.... Dermaga.....



by my dear Ate Milla Gnv on Wednesday, september 1, 2010

Source; http://www.facebook.com/notes/milla-gnv/cerita-tentang-dermaga/150123381678897

Thursday, August 19, 2010

Risalah Diam















Aku datang dari sepi.

Menyusuri risalah cinta.

Menapaki liku-liku cerita.

Hampa bicara tanpa-Nya di sisi.


Aku melangkah dari sunyi.
Tanpa suara tanpa kata-kata
.
Diam terbelenggu rasa dihati.

Terpatri jejak kerinduanmu.


Wahai cinta bertahta!...

Diamku bukan diammu.

Aku diam bukan tidak mengerti.

Aku pun diam bukan tidak berarti,


Diamku memberi.

Diamku mentaati.

Diamku lantang berkata


"Aku sayang kamu, percayalah! ..."


Tapi, mungkin diamku adalah pasrah.

Mungkin juga menyerah kalah.


Bicaralah!...



by Taman Ilalang

Monday, August 9, 2010

Sebuah Catatan














Baru saja Aku buka lembaran baru.

Namun, Aku terantuk pada halaman kosong.
Tanpa aksara, tanpa tanda baca.
Barangkali, ada ragu menggores di sana.

Alur cerita ini terlalu singkat berlalu
Ada atau tiadanya harus tetap aku lanjutkan
Berikutnya, biar Aku susun penuh warna dan cahaya
Hingga akhir kata memisahkan raga.



Cibinong, 30 Juli 2010
by Taman Ilalang

Senandung musim semi

Ah, rupanya musim semi telah datang.
Namun, remah temah kenangan belum jua pupus.
Merekat lekat, tentang denting melodi yg tak mungkin terulang,
tentang nyanyian pesona yg telah berhembus.

Bila setiap musim itu tiba,
symfoni rindu selalu kembali mengalun sunyi.
Menyisir romantika yg engkau mainkan.
Kisah antara aku, pesona dan musim semi.

Lihatlah, aku masih disini teguh menanti.
Sekerat kesetiaan dari sekepal kenangan indah.
Tidak penting berapa lama waktu berlalu.
Bila masa itu tiba, sesaat saja sudah cukup.

Tidakah engkau senang sekarang?


Cibinong 4 April 2010
by Taman Ilalang


Thursday, June 28, 2007

Memo Buat Bunda



Assalmua’alikum Bunda
Mudah-mudahan Bunda sehat senantiasa
Jauh didalam sunyi
Betapa ananda merindukan Bunda
Semoga bunda tiada akan pernah lupa,
untuk mendoakan Ananda
Maafkanlah Ananda
Apabila telah membuat Bunda susah, kesal, dan marah
Karena kini Ananda telah mengerti
Betapa Ananda sangat menyayangi Bunda

Wasalam

Cikarang '04 fr Ananda

Wednesday, June 27, 2007

Risalah Debu

Aku adalah debu berserakan.
Sewaktu-waktu terbang di hembus angin,
entah sampai kapan kembali ke bumi.

Meski tak pernah hilang asa,
berharap turun ke tempat suci atau indah.
Tiada kuasa bila takdir menjatuhkanku di tempat hina.

Aku hanyalah debu.
Tidak pernah mampu menghempas batu.
Sekedar terbang berputar, sesekali hinggap di atasnya.
Sebelum angin itu datang.

Tak mengerti nasib membawa?...
Mungkin hingga hujan turun,
hingga menghanyutkanku ke lautan.
Atau sebelum matahari membakar jadi abu,
sebelum menjadi debu




Dari sudut Cikarang yang terlupa, awal mei '07